Sinopsis Sinetron Bidadari Bidadari Surga ( BBSSeries ) Eps 5

blogger templates
Sinopsis Sinetron Bidadari Bidadari Surga ( BBSSeries ) Eps 5 - Warga desa marah karena tanaman dan ikan mereka mati. Mereka menduga semua karena kincir air buatan Dalimunte. Mereka pun menghancurkan kincir air itu tanpa memperdulikan protes Laisa dan keluarganya. Bukan hanya itu saja, mereka juga meminta Laisa dan keluarganya membayar ganti rugi. Laisa, Lainuri dan Burhan kelimpungan. Mereka mencoba pinjam uang pada Syafril, tapi Hanifah menghalangi dan tak mau meminjamkan uang. Dengan berat hati mereka terpaksa merelakan rumah dan ladang disita untuk membayar ganti rugi dan kas desa.

Di tengah-tengah masalah yang terjadi, Wibisana dan Ikanuri masih saja marah pada Dalimunte. Mereka mengira Dalimunte sengaja merebut Mutia. Dalimunte berusaha menjelaskan tapi Wibisana dan Ikanuri tak mau mendengarkan. Bahkan dengan penuh kemarahan memutuskan tali persaudaraan mereka.

Tapi untungnya kemarahan mereka tak bertahan lama. Akhirnya Wibisana dan Ikanuri sadar kalau Dalimunte adalah kakak terbaik mereka. Yang sedia berkorban untuk mereka. Mereka juga akhirnya tau kalau gelang yang dipakai Mutia, sebenarnya gelang yang dibuat Dalimunte untuk Yashinta.

Laisa dan keluarganya untuk sementara tinggal di rumah Burhan. Selama tinggal, Lainuri tetap membuat kue untuk dijual. Namun orang-orang kampung tak mau membeli. Mereka termakan hasutan Nurimah bahwa kue itu diberi racun. Ikanuri dan Wibisana kesal, diam-diam memberi pelajaran pada Nurimah.

Syafril yang baru pulang dari kota akhirnya tau masalah keluarga Laisa. Ia mencoba memperjuangkan hak keluarga Laisa dan meminta diadakan rapat desa. Tapi Bustomi dan stafnya tengah sibuk mempersiapkan penyambutan untuk mahasiswa yang akan KKN di desa mereka. Bustomi tak bisa menyelenggarakan rapat desa secepatnya. Malah meminta tolong Syafril untuk menampung sebagian mahasiswa di rumahnya.

Syafril akhirnya memberi pekerjaan Laisa di ladang. Tapi Hanifah tak setuju. Ia justru menjadikan Laisa pembantu di rumahnya, supaya dirinya bisa terus mengawasi Laisa. Tapi ini membuat Denay tak senang. Denay takut Laisa akan mendekati Daffa. Apalagi Denay tak sengaja melihat Daffa mengajari Laisa menggunakan mesin cuci. Denay pun mengadu macam-macam hingga Hanifah menghukum Laisa untuk memandikan kambing. Tapi naas, satu kambing kabur dan Laisa terpaksa mengejarnya.

Mahasiswa yang KKN akhirnya datang. Mereka berlima. Dua laki-laki dan tiga perempuan. Ketuanya bernama Pandu, tampan dan sangat baik. Ia tak sengaja melihat Laisa kepayahan menangkap kambing yang kabur. Dengan senang membantu Laisa hingga akhirnya mereka berkenalan dan jadi akrab. Mereka makin tambah dekat setelah Pandu dan teman-temannya membantu mengungkap penyebab matinya tanaman dan ikan milik warga. Terbukti ada yang menebar racun, dan bukan karena kincir air. Berkat Pandu dan teman-temannya, rumah dan ladang Laisa kembali. Kincir air juga dibangun lagi.

Hansip Zul yang ketahuan menebar racun, diskors oleh Bustomi dan tidak menerima gaji selama 3 bulan ke depan. Sementara Nurimah merasa kesal, karena lagi-lagi bisnis rentenirnya terancam bangkrut. Namun Denay menenangkan mamanya, ia akan membantu membuat Laisa dan keluarganya susah.

Kesempatan itu datang saat Denay tau Tessa, salah satu mahasiswi yang diam-diam naksir Pandu, cemburu pada Laisa. Denay pun berkomplot dengan Tessa untuk menjebak Laisa. Hingga Laisa dianggap maling dan diarak ke balai desa untuk diadili. Apa yang akan terjadi selanjutnya?