Cecep Solihin diduga sebagai Pemimpin Aliran Sesat Bersama 7 orang pengikutnya di gerebek Polrestabes Bandung di Jalan Cinta Asih, RT 01/ 11, Kelurahan Samoja, Kecamatan Bandung Wetan, Bandung Awal April 2014. Cecep Solihin digiring ke Mapolrestabes Bandung untuk menjalani pemeriksaan. Polisi juga mengamankan beberapa berkas, tafsir Quran, surat pernyataan, buku-buku, dan beberapa dokumen lainnya sebagai barang bukti.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Mashudi mengatakan, Cecep pernah memiliki catatan hitam. Sebelum pindah ke lokasi di kawasan Samoja itu, Cecep pernah diusir dari wilayah Cikalong Tengah, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Ketika itu, dia dianggap menyebarkan aliran sesat. Cecep Solihin pernah menyebarkan ajaran sesatnya itu pada tahun 2010 di Kampung Cigatrot. Ada 15 orang warga yang menjadi pengikut Cecep saat itu , Dari 15 orang yang selalu hadir dalam setiap “pengajian”, lima orang merupakan warga setempat dan sudah tobat. Ketika warga mengusir pengikut Cecep, 10 orang di antaranya memilih tetap mengikuti nabi palsu itu. Karena ajarannya dianggap menyimpang, warga Cikalongwetan membubarkan ajaran itu dan mengusir Cecep. Waktu itu Cecep kabur tanpa sempat dimintai keterangan oleh Muspika Cikalongwetan, MUI, maupun Kesbang KBB.
Sekretaris Umum (Sekum) MUI Jabar Raffani Achyar, yang turut serta dalam penggerebekan, mengatakan, MUI masih akan mendalami dan menyelidiki kasus ini dari beberapa berkas, tafsir, dan kitab yang diamankan. Selain itu, MUI akan memintai keterangan dari para saksi yang juga anggota kelompok ini. Saat penggeledahan, Raffani sempat menyaksikan ada beberapa buku dan berkas yang dibawa, seperti surat keterangan Abu Bakar Baasyir yang menentang pemerintahan RI, ada buku akidah, dan ada skema coretan NII.
Raffani membaca ada surat keterangan dari Cecep yang dibubuhi tanda tangan yang bersangkutan. Intinya, surat tersebut menyatakan Cecep mengaku sebagai rasul/Nabi. Raffani menegaskan bahwa kelompok tersebut sudah mengindikasikan termasuk aliran sesat. Cecep jelas-jelas mengaku nabi atau rasul dan hal itu salah satu dari sepuluh kriteria aliran sesat.
Di dalam aliran tersebut ada indikasi pencucian otak terhadap para pengikut oleh Cecep. Selain dalam bertutur katanya melantur, saat anak-anaknya diajak pulang oleh kedua orang tuanya, para pengikut Cecep itu tidak mau, bahkan menangis.
Raffani membaca ada surat keterangan dari Cecep yang dibubuhi tanda tangan yang bersangkutan. Intinya, surat tersebut menyatakan Cecep mengaku sebagai rasul/Nabi. Raffani menegaskan bahwa kelompok tersebut sudah mengindikasikan termasuk aliran sesat. Cecep jelas-jelas mengaku nabi atau rasul dan hal itu salah satu dari sepuluh kriteria aliran sesat.
Di dalam aliran tersebut ada indikasi pencucian otak terhadap para pengikut oleh Cecep. Selain dalam bertutur katanya melantur, saat anak-anaknya diajak pulang oleh kedua orang tuanya, para pengikut Cecep itu tidak mau, bahkan menangis.


